Ibu PAUD Sleman Parmilah Harda Kiswaya Tegaskan Wajib Belajar 13 Tahun untuk Menyiapkan Generasi Emas 2045
- May 13, 2026
- Admin (FayiSubhi)
Moyudan – Pemerintah memperkuat implementasi kebijakan Wajib Belajar 13 Tahun sebagai strategi menyiapkan Generasi Emas Indonesia 2045. Penguatan dilakukan melalui Pendidikan Anak Usia Dini PAUD, peningkatan kualitas pendidik, dan pemenuhan gizi sejak masa awal kehidupan.
Komitmen tersebut disampaikan Ibu PAUD Kabupaten Sleman, Parmilah Harda Kiswaya, dalam kegiatan anjangsana di Ruang Abhinaya Kapanewon Moyudan, Selasa (12/5/2025 ). Kegiatan dihadiri Panewu Moyudan, Kapolsek, Danramil beserta Forum Pimpinan Kapanewon ( Forpimka), Ibu PAUD Kalurahan, dan Kepala Satuan PAUD se-Kapanewon Moyudan.
Parmilah menegaskan, kebijakan ini merupakan program prioritas nasional untuk memperluas akses sekaligus meningkatkan mutu pendidikan sejak usia dini.
"Anak usia dini berada pada periode emas yang menentukan perkembangan motorik, intelektual, sosial, dan spiritual. Anak perlu ruang untuk bereksplorasi, berimajinasi, serta membangun rasa percaya diri melalui lingkungan belajar," ujarnya.
Ia menekankan peran strategis guru PAUD dalam membangun karakter anak sejak awal. Pendidik diharapkan mampu menciptakan suasana belajar yang menyenangkan, ramah anak, dan mendorong interaksi positif melalui bermain, bertanya, serta kerja sama sosial "Lingkungan bahasa, sikap pendidik, dan pola interaksi menjadi fondasi pembentukan karakter sekaligus mempersiapkan anak memasuki jenjang pendidikan dasar," Imbuhnya.
Wajib Belajar 13 Tahun mencakup pendidikan dasar dan satu tahun kelas prasekolah guna memastikan kesiapan belajar anak sebelum memasuki sekolah dasar. Fokusnya pada perluasan akses layanan pendidikan, penyediaan ruang kelas dan satuan pendidikan, peningkatan kualitas pendidik, serta penguatan pemerintah dalam mendukung implementasi kebijakan.
Panewu Moyudan, Dwi Agung Maryoto, menyatakan Kapanewon Moyudan siap melaksanakan kebijakan tersebut meskipun anggaran terbatas.
"Kami berupaya melakukan kerja sama dan kolaborasi dengan sejumlah perguruan tinggi di Yogyakarta. PKK kami kolaborasikan dengan Akprind dalam penanganan sampah, sedangkan PAUD kami kolaborasi dengan Universitas Negeri Yogyakarta UNY," ujarnya.
Kerja sama ini sudah berjalan di masing-masing kalurahan sebagai bentuk penguatan layanan pendidikan dan pemberdayaan masyarakat.
( Giek / KIM SB Moyudan )