DLH Sleman Dorong Terbentuknya KPSM di 1.212 Padukuhan Targetkan "Sleman Tuntas Sampah" Lewat Pengelolaan Mandiri di Tingkat Padukuhan

  • May 07, 2026
  • Admin (FayiSubhi)

Moyudan - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Sleman mendorong terbentuknya Kelompok Pengelola Sampah Mandiri (KPSM) di setiap Padukuhan sebagai solusi krisis Sampah daerah. 

Permasalah sampah disebut dilematis. Di satu sisi sampah  perusak lingkungan dan berdampak buruk bagi kesehatan. strategi yang tepat dalam pengelolaannya. 

Sebagai upaya mewujudkan kebijakan pengelolaan sampah di Kabupaten Sleman DLH gencar melakukan sosialisasi. Kali ini menyasar di Kapanewon Moyudan, yang berlangsung pada Rabu (6/5/2026) bertempat di Ruang Rapat Abhinaya. 

Dalam sosialisasi tersebut dihadiri oleh Lurah se-Kapanewon Moyudan, Dukuh, Petugas Pendamping Pengelola Sampah (P3S), dan penggiat lingkungan. 

Vitasari dari DLH Sleman menyanpaikan bahwa data  kinerja pengelolaan sampah mengalami penurunandalam tiga tahun terakhir. Pada tahun 2022 mencapai 63 prosen, tahun 2023 turun menjadi 42 prosen, kemudian tahun 2024 turun lagi menjadi 24 prosen, " Pada tahun 2025 ada sedikit kenaikan menjadi 26 prosen," Tutur Vita. "Rapor kinerja pengelolaan di Sleman dari tahun ke tahun  mengalami penurunan ini menjadi alarm bagi kita untuk memperkuat  pengelolaan sampah di tingkat padukuhan," Sambungnya. 

Selanjutnys Vita menambahkan bahwa pembentukan KPSM masuk dalam Program Strategi Bupati Sleman melalui RPJMD 2025-2029. "Disebutkan dalam misinya, menjamin akses kesehatan yang adil dan pelestarian lingkungan hidup yang berkelanjutan," Ujarnya. Ia menambahkan tujuan dari misi tersebut adalah terwujudnya lingkungan hidup yang lestari. Meningkatnya kualitas lingkungan sebagai sasarannya, dan sebagai prigram strategisnya Sleman tuntas sampah, serta pengelolaan persampahan yang menjadi program prioritas. 

Solusinya adalah terbentuknya KPSM di setiap Padukuhan, dengan target di tahun 2029 terbentuk 1.212 padukuhsn sesuai jumlah padukuhan di Sleman. 

"KPSM diharapkan mampu mengelola sumpah dari sumber, mengurangi pembuangan luar, dan menciptakan nilai ekonomi melalui pengolahan sampah organik dan anorganik," Pungkasnya. 

Pada saat menyampaikan sambutan Panewu Moyudan Dwi Agung Maryoto mengungkapkan bahwa sebagai upaya mengatasi sampah di Moyudan telah berdiri Jejaring Pengelola Sampah Mandiri ( JPSM) yang saat ini memiliki 30 KPSM yang tersebar di Wilayah Moyudan." Kami juga telah membentuk Pendamping Kawasan, dan P3S baik di tingkat Kapanewon maupun di tingkat Kalurahan," Tuturnya. 

Ia juga menambahkan sebagai upaya mengatasi permasalah Sampah Moyudan telah melakukan kolaborasi dengan beberapa perguruan tinggi di Yogyakarta."Semoga upaya ini bisa, menjadi solusi permasalahan Sampah di Moyudan," Harapnya. 
( Giek/KIM SB Moyudan)