Dari PAUD yang Kuat, Lahir Anak Hebat
- May 13, 2026
- Admin (FayiSubhi)
Moyudan - Dinas Pendidikan Kabupaten Sleman menggelar Sosialisasi Gerakan 1 Tahun Pra Sekolah kepada PP-PAUD Kapanewon Moyudan, yang berlangsung pada Selasa (12/5/2026) bertempat di ruang Abhinaya Kapanewon Moyudan.
Dalam kegiatan tersebut dihadiri oleh Panewu Anom Moyudan, Ibu PAUD Kapanewon Moyudan, Ibu PAUD Kalurahan, seluruh organisasi Lembaga PAUD, dan Kepala Satuan PAUD se-Kapanewon Moyudan.
Pada kesempatan tersebut Haryanti dari DPC PP - PAUD Kabupaten Sleman sebagai nara sumber mengangkat tema Identifikasi Penguatan Kelembagaan PAUD. Ia membuka dengan slogan "Dari PAUD yang Kuat, Lahir Anak Hebat", sebuah kalimat sederhana itu bukanlah sekedar slogan tapi merupakan tekad dan sebuah rumus untuk mencetak Generasi Emas Tahun 2045.
Haryanti menyebut bahwa Lembaga PAUD merupakan fondasi mencentak karakter anak bangsa, karena pada masa itu merupakan peeiode emas otak anak, 80% perkembangan otak terjadi pada masa ini. "Di PAUD anak bukan hanya belajar betnyanyi atau A, B, C, D tetapi sebuah upaya mrmbentuk karakter," Ujarnya.
Selanjutnya Ia menegaskan bahwa penyelenggara PAUD yang berkualitas tidak hanya terlihat dari kegiatan belajar anak. Tetapi bentuk kasih sayang tertinggi untuk memastikan Lembaga ini siap mengelola layanan secara aman, tertib, dan bertanggung jawab.
Ia menegaskan bahwa pengelola PAUD harus memahami 6 pilar rumah PAUD. Pilar kiri merupakan kekuatan yaitu pendidik dan tenaga kependidikan, pilar kanan sebagai dukungan yaitu kemitraan dan orang tua. " Atap merupakan perlindungan yang berupa sarana dan prasarana," Tambahnya. "Sedangkan pondasi sebagai kestabilan yang berupa administrasi dan pembiayaan." Sambungnya.
Haryanti menyebut Lembaga PAUD yang baik harus memperhatikan enam aspek. Aspek pertama sarana dan prasarana yang berupa ruang fisik, ruang belajar, halaman, toilet, alat bermain, dan lingkungan aman, bersih, dan mendukung eksplorasi anak. Aspek ke dua pendidik dan tenaga kependidikan meliputi jumlah guru, guru memiliki ruang kesabaran, kompetensi, dan ketrampilan yang penuh untuk mengasuh anak usia dini. "Aspek ke tiga memeriksa denyut nasi layanan, apakah kegiatan anak sudah sesuai usia, membahagiakan, tidak memaksa, serta bebas dari kekerasan fisik maupun verbal?," Imbuhnya.
"Selanjutnya aspek ke empatnya administrasi dan manajemen, berupa dokumen lembaga, data anak, program kerja, dan pembagian tugas." Sambungnya. Kemitraan orang tua sebagai aspek ke lima, hal ini merupakan bentuk tali silaturahmi. Aspek ke enamnya pembiayaan dan ketrampilan, " Sumber pembiayaan yang jelas, transparan, dan cukup untuk untuk menghidupi layanan," Pungkasnya.
( Giek / KIM SB Moyudan)