Dinas Sosial Sleman Kuatkan WKSBM Dadi Sejahtera Seyegan
- May 01, 2026
- Admin (FayiSubhi)
Sleman - Wahana Kesejahteraan Sosial Berbasis Masyarakat (WKSBM) di Sleman terus bertambah saat ini sudah hampir 100 kelompok tersebar di seluruh Kalurahan. Dinas Sosial Kabupaten Sleman tidak hanya menumbuhkan WKSBM baru, tapi juga menjaga yang sudah ada lewat pembinaan penguatan organisasi.
Penguatan kelembagaan kali ini menyasar WKSBM Dadi Sejahtera, Padukuhan Pete, Kalurahan Margodadi, Kapanewon Seyegan. Kegiatan berlangsung pada Kamis (30/4/2026) bertempat di rumah Ahmad Dwi Harsanto dihadiri seluruh pengurus dan tokoh masyarakat setempat. Tidak ketinggalan Ketua Forum WKSBM Sleman Sugiyanto ikut serta membersamai.
Ketua WKSBM Dadi Sejahtera Ahmad Dwi Harsanto dalam laporannya menyampaikan bahwa WKSBM yang berdiri sejak tahun 2015 ini telah aktif memberikan santunan untuk warga yang sakit dan bantuan musibah, pertemuan pengurus dilakukan setiap malam Rabu Legi. Penggalangan dana dilakukan melalui donatur maupun bantuan tidak mengikat. "Alhamdulillah kami juga mendapat bantuan 1 ekor kambing jantan dan 5 ekor kambing betina dari Wakil Bupati Sleman Danang Maharsa." Ungkapnya.
Ia menambahkan bahwa yang menjadi kendala WKSBM yang Ia pimpin adalah masalah pendanaan yang belum kontinyu dan regenerasi pengurus. " Dana, kami belum bisa kontinyu dan belum ada generasi muda yang tampil dan bersedia menjadi pengurus, kendalanya," Pungkasnya.
Materi penguatan organisasi dibawakan oleh Tri Yoga Zulianto Sekretaris Forum WKSBM Sleman. Ia menegaskan penguatan WKSBM berfokus pada peningkatan kapasitas kelembagaan, jejaring kerja, dan partisipasi aktif mengatasi masalah sosial. "Peningkatan kapasitas bisa melalui pelatihan manajemen pengurus, agar lebih profesional dalam mengolah data. Kami dari Dinsos bersinergi dengan Pemerintah Kalurahan berusaha memberikan pembinaan
berkelanjutan untuk memotivasi anggota dan memastikan berkelanjutan program." Tandas Tri Yoga.
Dirinya juga menambahkan bahwa tujuan pengutan organisasi, agar WKSBM bukan sekedar terbentuk tetapi bisa menjadi lembaga yang profesional, berdaya saing, dan mampu merespons kebutuhan sosial masyarakat.
Materi ke dua tentang Aktivitas Penggalangan Dana disampaikan oleh Sugiyanto seksi Humas Forum WKSBM Sleman. Dalam pemaparannya Ia menegaskan bahwa dana dan keuangan merupakan urat nadi organisasi atau kelembagaan. "Sebuah lembaga tanpa dana, maka tidak bisa berkembang bahkan bisa mati." Bebernya.
Ia memaparkan untuk memperoleh dana WKSBM bisa melalui beberapa cara atau metode. Metode pertama dengan Kencreng Ajaib dengan menitipkan kotak di warung-warung atau toko, dan di rumah warga. "Kita sering temukan uang receh di lantai seratus rupuah, dua ratus rupiah. Coba siapkan toples, kumpulkan, setelah satu bulan serahkan ke WKSBM, kan jadi bermanfaat," Ungkapnya.
Metode ke dua dengan mengajukan proposal ke CSR, instansi, dan perorangan, asal tujuan kita jelas insya allah mereka akan memberikan sumbangan. Selain itu juga bisa melalui iuran pengurus, Kelompok Pekerja Sosial ( PKS), donatur tetap maupun tidak tetap. "Sedangkan yang ke empat dana bisa diperoleh melalui pemberdayaan WKSBM dengan sedekah sampah, membuka warung WKSBM, ternak kambing, dan lainnya." Pungkas Sugiyanto.
Dengan penguatan kapasitas dan jejaring, WKSBM diharapkan makin mandiri dan berdaya menjawab persoalan sosial di tingkat padukuhan.
( Giek/KIM SB Moyudan)