Bank Sampah MUTIARA BERSERI Jowahan Konsisten Kelola Sampah Sejak 2015
- Apr 28, 2026
- Admin (FayiSubhi)
- Sumberagung
Moyudan – Bank Sampah MUTIARA BERSERI di Padukuhan Jowahan, Kalurahan Sumberagung, Kapanewon Moyudan, terus menunjukkan konsistensinya dalam mengelola sampah rumah tangga. Berdiri sejak 14 November 2015, bank sampah ini menjadi wadah warga untuk memilah dan menabung sampah.
Dikelola oleh Haryati sebagai Ketua dan Sri Mufidah sebagai Sekretaris, Bank Sampah MUTIARA BERSERI saat ini memiliki 30 nasabah aktif. Kegiatan pengumpulan sampah dilakukan rutin satu bulan sekali.
Adapun jenis sampah yang diterima meliputi botol plastik, kardus/kertas, besi/alumunium, dan plastik. Setiap kali pengumpulan, rata-rata sampah yang masuk mencapai ±33 kg, dengan rincian kardus/kertas 10 kg, botol plastik 7 kg, besi/alumunium 15 kg, dan plastik 1 kg. "Memang rumah tangga menjadi produk sampah, terutama sampah anorganik maka harus dikelola dengan baik, dan konsisten." Kata Haryati pada Minggu (26/4/2026) di Gudang sampah yang dikelolanya. Lebih lanjut Ia juga menuturkan hal tersebut sejalan dengan Perda Sleman Nomor 6 Tahun 2026 Tentang pengelolaan sampah rumah tangga dan sampah sejenis rumah tangga.
Seluruh sampah yang terkumpul saat ini masih dijual ke pengepul, dan hasil penjualannya menjadi tabungan bagi para nasabah. Pengurus menyebut belum ada pengolahan sampah menjadi kerajinan, namun tidak menutup kemungkinan dikembangkan ke depan.
Dukuh Jowahan, Andriyani Setyaningrum, memberikan apresiasi tinggi terhadap keberadaan bank sampah ini. Menurutnya, kegiatan Bank Sampah MUTIARA BERSERI sangat bagus dan memberi dampak positif bagi lingkungan.
“Semoga lebih banyak warga yang menjadi anggota. Dengan adanya kegiatan ini bisa meningkatkan kesadaran masyarakat agar tidak buang sampah sembarangan,” ujar Andriyani.
Keberadaan Bank Sampah MUTIARA BERSERI menjadi contoh nyata pengelolaan sampah mandiri di tingkat padukuhan. Selain mengurangi sampah yang dibuang ke TPA, kegiatan ini juga memberi nilai ekonomi bagi warga.
Dengan semangat “Mutiara Berseri”, bank sampah ini membuktikan bahwa perubahan lingkungan bisa dimulai dari hal kecil: memilah sampah dari rumah. ( Giek / KIM SB Moyudan)