Hemat Air Panen Berkelanjutan, Sumberrahayu Kembangkan Hidroponik di Green House
- Jul 08, 2026
- Admin (FayiSubhi)
- Sumberahayu
Moyudan –Di Padukuhan Kembangan 2, Sumberrahayu, Moyudan, deretan Green House (GH) berdiri rapi. Ini inovasi baru Kalurahan Sumberrahayu: 20% Dana Desa 2025 dialokasikan untuk Ketahanan Pangan (Ketapang) lewat BUMKal Rahayu.
Rudy, pelaksana program Ketapang, menjelaskan ada 3 GH. Dua GH berisi selada dan sawi sistem hidroponik. Panennya cepat, hanya 2 minggu. Satu GH khusus melon jenis lavender dan intanon, panen 70 hari dari masa tanam.
"Kenapa hidroponik? Lebih hemat air dan pemakaiannya merata. GH jaga suhu, tanaman cepat tumbuh dan terhindar hama," jelas Rudy.
Direktur BUMKal Rahayu Sutopo Sugihartono bangga. Saat ini 1.200 tanaman sayur sudah ditanam di 2 GH. Hasilnya: 1,2 ton sayur siap konsumsi tiap panen. Untuk melon, 900 batang ditanam dan akan menghasilkan 1,4 ton. "Harga melon lavender-intanon Rp17.000 sampai Rp20.000 per kilogram," katanya di kediamannya.
Keunggulan hidroponik: berkelanjutan. Habis panen, langsung ganti bibit baru. Hasil bisa sepanjang tahun.
Lurah Sigit Tri Susanto sangat mengapresiasi kolaborasi BUMKal Rahayu, KWT, dan petani muda. "Ini dukung swasembada pangan, tingkatkan kesejahteraan warga dan PADes," tegasnya. Wacana ke depan: buka unit usaha baru berupa wisata petik sayur dan buah.
Dari tanah ke GH, Sumberrahayu membuktikan pertanian modern bisa lahir dari desa.
( Giek / KIM SB Moyudan)