Tujuh Siwur Air Sendang Dibuang ke Tanah, Warga Nglahar Kuras Sendang, Pesan Jaga Air Untuk Anak Cucu
- Jul 08, 2026
- Admin (FayiSubhi)
- Sumbersari
Moyudan – Jumat (26/6/2026) sore, bunyi kenong Bregada Paraga mengiringi arak-arakan kendhi dan ubarampe. Warga Padukuhan Nglahar, Sumbersari, Moyudan berjalan khidmat menuju Sendang Soka. Misi mereka "Kuras Sendang".
Sendang Soka, Siputat, dan Tretes tiga sumber air yang tak pernah kering di RW 32 dikuras bersama. Prosesi di Sendang Soka dibuka doa dan tabur bunga. Lalu Lurah Sumbersari Sukadi maju. Dengan siwur bambu, ia mengambil air dan membuangnya ke tanah 7 kali. Simbol pembersihan dan penghormatan. Carik Junaidi dan peraga lain mengikuti. Juru kunci Eka Endarto menutup ritual dengan menampung air ke kendhi untuk disemayamkan.
Pola sama terulang di Sendang Siputat dan Tretes. Kendhi berisi "air kehidupan" itu kemudian diarak pulang. Puncaknya Sabtu malam: kirab kendhi ke panggung utama, doa, dan kenduri bersama tokoh pemerintah dan warga.
"Ini ungkapan syukur kepada Allah SWT. Air sumber kehidupan, lambang kesuburan. Alhamdulillah 3 sendang kami tetap mengalir walau kemarau panjang," kata Ketua RW 32 Utoyo.
Bagi Carik Junaidi, 3 sendang ini manfaatnya lintas kabupaten. Pemerintah Kalurahan Sumbersari mengapresiasi. "Upacara adat ini bukan sekadar seremonial. Ada pesan penting: jaga kebersihan air, jaga kelestarian sendang untuk generasi mendatang," ujar perwakilan Kalurahan.
Dari siwur ke kendhi, dari sendang ke panggung - warga Nglahar mengajarkan bahwa menjaga air berarti menjaga kehidupan
( Giek / KIM SB Moyudan)