Sinergi KIM dan Nilai Kejogjaan: Kunci Sukses Budaya dan Pariwisata Jogja

  • Jun 04, 2026
  • Admin (FayiSubhi)

Sleman – Komunitas Informasi Masyarakat (KIM) memegang peran yang sangat strategis dalam memajukan sektor budaya dan pariwisata sekaligus menghidupkan nilai-nilai "Kejogjaan". Hal ini ditegaskan oleh Sugiyanto, Ketua KIM Sumber Biwara Moyudan, saat menjadi narasumber program interaktif NGOBRAS (Obrolan Komunitas) RRI Pro 1 Yogyakarta, Selasa (2/6/2026) dengan host Dina Febriana. 

Menurut Sugiyanto, KIM bukan sekadar pengelola informasi desa, melainkan motor penggerak yang menginternalisasikan nilai budaya lokal langsung kepada masyarakat dan wisatawan.  Ia memaparkan 5 peran strategis KIM dalam ekosistem ini.  

Pertama KIM sebagai Kurator Budaya, mendokumentasikan tradisi, sejarah, dan ritual adat agar tidak punah. 
Kedua, KIM sebagai Juru Cerita (Storyteller), mengemas potensi wisata lewat media sosial dengan bahasa yang memikat agar wisatawan paham cerita di balik destinasi. Ketiga Jembatan Informasi, menghubungkan aspirasi warga dengan pemerintah dan swasta terkait program wisata. Keempat Penggerak Sapta Pesona, mengedukasi warga untuk menciptakan lingkungan yang aman, ramah, dan berkesan.  Kelima Penangkal Hoaks, menjadi sumber klarifikasi cepat jika muncul misinformasi terkait event budaya.

Sugiyanto mengingatkan nilai Kejogjaan seperti unggah-ungguh, tepa selira, dan gotong royong tidak boleh sekadar menjadi slogan.  Nilai-nilai tersebut harus hidup nyata dalam 5 aspek pariwisata. 

Pertama penyajian budaya seperti pertunjukan seni dikemas dengan tetap menjaga pakem dan makna filosofisnya.  Kedua Pelayanan Wisata, seperti penerapan sapaan "monggo" dan keramahan tulus sebagai standar interaksi.  

Ketiga Pengelolaan Destinasi, penataan kampung wisata dan situs sejarah berbasis gotong royong serta musyawarah warga.   Keempat Produk Kreatif, UMKM lokal menjual produk dengan narasi budaya yang kuat, dan kelima Edukasi Wisatawan dengan mengajak pelancong untuk menghormati tata krama saat memasuki tempat sakral.

"KIM adalah kendaraan utamanya. Melalui konten kreatif seperti etika berkunjung atau makna filosofi tradisi, KIM menyebarkan nilai Kejogjaan sekaligus memperkuat daya tarik wisata," jelas Sugiyanto yang juga menduduki Bidang Litbang Forum KIM Sembada Sleman, dan Bidang Pendidikan, Seni, Budaya dan Pariwisata Forum KIM DIY

Sebagai penutup, Sugiyanto menekankan pentingnya keseimbangan ini. "Budaya adalah jati diri, pariwisata adalah jembatannya. Dengan menjaga kearifan lokal, kita tidak hanya melestarikan warisan leluhur, tetapi juga membuka ruang bagi dunia untuk merasakan kehangatan Jogja yang sesungguhnya," pungkasnya. 
Edy – KIM Sumber Biwara Moyudan