WKSBM Merupakan Investasi Perilaku Sosial

  • Feb 08, 2026
  • Admin (FayiSubhi)

Moyudan - Wahana Kesejahteraan Sosial Berbasis Masyarakst ( WKSBM) memiliki perspektif yang kuat karena berfokus pada pemberdayaan, dan partisipasi aktif masyarakat. WKSBM juga berfokus pada peningkatan kesejahteraan sosial yang inklusif, dan penguatan jaringan sosial, serta meningkatkan kapasitas masyarakat. Hal tersebut disampaikan oleh Ketua Forum WKSBM Yogyakarta R.R Nur Wulan, A.S pada Rapat Koordinasi dan Pembinaan Forum WKSBM DIY. Kegiatan yang difasilitasi oleh Dinas Sosial DIY tersebut berlangsung pada Kamis (5/2/2026 ) di edOtel Yogyakarta. 

Pada, kesempatan tersebur R.R Nur  wulan A.S menyampaikan materi tentang Penguatan Peran WKSBM Melalui Pendekatan Psikologi Sosial. Dalam paparan selanjutnya Ia mengatakan bahwa   WKSBM bukan sekedar organisasi sosial melainkan sistem ketahanan sosial yang tumbuh dari bawah. Wulan menambahkan bahwa Psikologi sosial memandang bahwa WKSBM sebagai investasi sosial. Sedangkan penguatan WKSBM melalui pendekatan Psikologi sosial bisa dilakukan melalui peningkatan kesadaran dan  partisipasi masyarakat dalam penyelenggaraan kesejahteraan sosial. Membangun kapasitas dan kemampuan masyarakat untuk mengelola dalam meningkatkan kesejahteraan sosial. "Hal lain yang bisa dilakukan yaitu meningkatkan kepercayaan dalam kerjasama antara masyarakar dan pemerintah." Imbuhnya. "Selain itu juga bisa meningkatkan efektivitas dan efisiensi penyelenggaraan kesejahteraan sosial." Sambungnya. 

Wulan juga menuturkan pentingnya pendekatan Psikologi, karena WKSBM berhadapan langsung dengan individu dengan permasalahan sosial, yang bukan hanya masalah ekonomi. Sikap dan perilaku masyarakat yang dipengaruhi kondisi Psikologi yang berbeda-bedaberbeda-beda.  Hal tersebut sangat diperlukan peran WKSBM harus bisa memahami perilaku dan emosi warga. WKSBM juga harus bisa membangun kepercayaan sosial, mengelola konflik dan kecemburuan sosial." Selain itu WKSBM juga berperan mendorong perubahan sikap dan kemandirian." Tambahnya.  Selanjutnya Wulan mengutarakan pilar-pilar yang harus dilakukan WKSBM yaitu membangun identitas kelompok, normo subyektif dan tekanan sosial yang positif, serta efikasi kolektif. Dengan demikian hasil akhir yang akan diperoleh WKSBM lebih humanis, lebih tepat dalam melakukan pendekatan.";Berhasil memberdayakan masyarakat dan mampu menjadi pendamping sosial dengan hati yang tulus." Pungkasnya. (Giek / KIM SB Moyudan)