Pencak Silat POPSI Bhayu Manunggal Gelar Latber Jateng-Jogja

  • Feb 02, 2026
  • Admin (FayiSubhi)
  • Sumberahayu

Moyudan – Derasnya hujan tidak menyurutkan semangat para pesilat POPSI Bhayu Manunggal mengikuti Latihan Bersama (Latber) wilayah Jawa Tengah (Jateng) dan DIY pada Minggu (1/2/2026) Lapangan Komplek Studio Alam Gamplong Sumberrahayu Moyudan Sleman. Menurut Ketua Pengurus Daerah (Pengda) DIY, latber diikuti lebih dari 270 pesilat dari cabang Borobudur, Jepara, Solo, Semarang, Malang dan tuan rumah Yogyakarta. Turut hadir Ketua IPSI Sleman Ir. R Hadi Hargana, Kapolsek dan Danramil Moyudan, Lurah Sumberrahayu, Dukuh Gamplong, Majlis Wali Perguruan, dewan pendekar, pendekar, pendekar muda, para pelatih, serta para murid Pelopor Pencak Silat Indonesia (POPSI) Bhayu Manunggal. 

Ketua Panitia Sutriyono menyampaikan apresiasi atas kehadiran dan semangat peserta meski suasana hujan cukup  deras. Peserta latber dikelompokkan berdasarkan Tingkat atau warna sabuk dengan dilatih oleh dua pelatih. “Melalui latber diharapkan setiap pesilat dan pelatih memperoleh pengalaman dan pengetahuan baru, menjaga kebersamaan, dan kekompakkan untuk kelestarian serta kejayaan POPSI Bhayu Manunggal,” ujarnya. 

Ketua IPSI Sleman Ir. R Hadi Hargana memberi apresiasi atas terselenggaranya latber rutin setiap tahun. Ia juga mengapresiasi atas torehan prestasi pesilat POPSI Bhayu Manunggal, menyumbang Sleman selalu meraih juara umum. “Optimis meraih juara, tetap semangat berlatih untuk events hingga tahun 2027. Semangat mengikuti Latihan ini menujukkan kesiapan kalian untuk meraih prestasi,” ujar Hadi Hargana yang sudah 7 periode menduduki ketua IPSI Sleman, serta cukup dekat dengan majlis wali dan sesepuh perguruan POPSI Bhayu Manunggal. Hargana juga mengapresiasi adanya beberapa wasit yuri nasional dari POPSI Bhayu Manunggal, seraya berharap prestasi tersebut bisa menginspirasi peserta latber.

Sementara salah satu Majlis Wali Perguruan Drs Suharto menekankan pentingnya teknik dan strategi dalam tarungan.“Hari ini kalian bisa praktek tarungan dengan cabang lain, dan ingat di event pertandingan tarung dengan perguruan lain. Ini tantangan, maka sering melakukan tarungan merupakan langkah strategis untuk mengembangkan Teknik dan strategi,” tegas Ki Suharto. Ia juga menceritakan saat masih muda sering mendatangi perguruan lain dan bertarung dengan tujuan untuk meningkatkan Teknik dan strategi, imbuhnya.

Latber juga dimeriahkan dengan pentas seni berupa Gerak dasar & kombinasi, Gerakan IPSI, tarungan, serta unjuk mematahkan benda-benda keras besi dan batako. Pentas seni dari Cabang Borobudur, Jepara dan Moyudan Sleman Yogyakarta cukup memukau dan mendapat apresiasi dari peserta. Dilakukan pula wisuda kenaikan Tingkat 20 murid dari Sidoarum Godean, sarasehan pelatih hingga wejangan dari majlis wali. 
(Edy – KIM Sumber Biwara Moyudan)