Nyadran di Nasri Sumbersari, Antara Kesalihan Religi dan Tradisi

  • Feb 17, 2026
  • Admin (FayiSubhi)
  • Sumbersari

Moyudan – Kegiatan do’a Bersama di Cungkup Makam Semingin Kidul Sumbersari Moyudan Sleman berjalan tertib, lancar, suasana dan nuansa khusu’. Kegiatan doa bersama di dekat makam, yang sering disebut Nyadran di tempat tersebut sudah berlangsung rutin, setiap tahun jelang Ramadhan.  “Do’a bersama manifestasi dari kita semua, anak cucu cicit, buyut, canggah dan seterusnya, yang sholih dan sholihah, kita mendo’akan para leluhur yang sudah damai di sisi-Nya. Mari kita laksanakan do’a ini dengan khidmad, khusu’ dan Ikhlas,” papar Ahmad Sahar selaku pemimpin do’a di area Pemakaman Semingin Kidul Sumbersari, Ahad (15/2/20206). Orang yang sudah meninggal tidak lagi membutuhkan harta benda, namun keikhlasan dan ketulusan do’a dari anak cucu serta keluarganya, tegas Sahar di hadapan lebih dari 70 warga.

Sementara Dukuh Nasri III Zamzuri Latif, yang membawahi wilayah pemakaman tersebut, menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas dukungan dan pertisipasi warga yang sudah turut menyukseskan acara.  Nyadran selain mununjukkan kesalihan religi, juga kesalihan sosial dalan kehidupan kampung, ujarnya.  Kesalehan religi sudah jelas dengan adanya pengamalan giat doa, yakni mendo’akan arwah dan leluhur. Ini salah satu pengamalan agama (religi). Sementara kesalehan sosial ditunjukkan adanya kerja sama, gotong-royong saat menyiapkan maupun melaksanakan acara.  Inilah dua kesalehan yang memberi banyak manfaat bagi seluruh warga, imbuhnya.

“Kerja sama, guyup rukun, saling membantu, peduli sesama dan peduli lingkungan sudah ditunjukkan warga. Salah satunya di kegiatan do’a bersama ini,” tegas Latif.  Selain itu, dengan nyadran juga terjalin silaturahmi antar warga, bahkan warga lain pedukuhan, yang punya ahli waris di pemakaman ini turut hadir.  Lebih dari 70 orang hadir dari Pedukuhan Nasri dan Semingin, bahkan warga dari luar kapanewon seperti Godean dan Seyegan.

Latif berpesan agar keharmonisan dan guyup rukun sesama warga maupun dengan warga lain terus tetap dijaga, diteruskan, dan dilestarikan.  Kerukunan, keharmonisan, dan kebersamaan dalam hidup bermasyarakat merupakan kunci meraih kesejahteraan bersama, pungkasnya.  
(Edy – KIM Sumber Biwara Moyudan)