Kalurahan Sumberagung Gelar Workshop Penulisan Toponimi

  • Jan 12, 2026
  • Admin (FayiSubhi)
  • Sumberagung

Moyudan - Pemerintah Kalurahan (Pemkal) Sumberagung, Moyudan, Sleman, gelar Workshop penulisan toponimi, berlangsung pada Kamis (8/1/2026) di Aula Kalurahan setempat. 

Dalam kegiatan tersebut dihadiri calon penulis toponimi dari 21 Padukuhan. serta menghadirkan tiga narasumber dari Paguyuban Sastra Budaya Jawa (Pasbuja) Kawi Merapi Kabupaten Sleman. 

Duljiman Lurah Sumberagung dalam pengantarnya menyampaikan bahwa dari dua puluh satu Padukuhan di Sumberagung pasti memiliki sejarah asal usulnya, namun banyak yang belum terdokumentasi."Maka mulai kali ini kami akan mendokumentasikannya dengan membuat buku toponimi Padukuhan." Kata Duljiman. Ia juga menambahkan sebagai awal penulisan, Pemkal membekali calon penulis melalui Workshop. "Dengan memohon Ridha dari Tuhan Yang Maha Esa, dan mengucap Bismillahirrahmsnirrahiin Workshop penulisan toponimi kami buka." Ucapnya sembari mengakhiri sambutannya. 

Pemateri pertama disampaikan oleh Sutopo Sugiharto nomor ketua Pasbuja Kawi Merapi dan redaktur Kedaulatan Rakyat Yogyakarta. Ia mengangkat materi Teknis Menulis. Dalam paparannya Sutopo menjelaskan bahwa toponimi adalah ilmu yang mempelajari nama-nama tempat, asal-usul, makna dan sejarahnya. " Toponimi berasal dari Bahasa Yunani yaitu Topos yang artinya tempat, dan Onyma yang artinya nama." Tandasnya. Selanjutnya Ia menyampaikan beberapa hal yang harus diperhatikan dalam menulis yaitu penggunaan ejaan yang benar, penulisan huruf kapital yang tepat. "Hal lain yang perlu diperhatikan yaitu spasi dan tanda baca, dan singkatan nama tempat." Tambahnya. "Dan yang tidak kalah penting penulisan dalam kata struktur nama tempat bahasa lokal ditulis sesuai ortografi bahasa tersebut, contoh Yogyakarta bukan Jogjakarta." Sambungnya. 

Selanjutnya Budi Sarjono menyampaikan materi Teknik Wawancara. Penulis yang baik dan benar harus melakukan wawancara untuk memperoleh materi yang akurat. Adapun langkah-langkah wawancara adalah persiapan, dalam langkah ini perlu melakukan riset, topik dan narasumber. Langkah ke dua buat nara sumber nyaman dengan menjelaskan tujuan wawancara. "Sedangkan langkah ke tiga mulailah dengan pertanyaan yang ringan dan mudah, dan yang ke empat dengarkan dengan aktif." Ujarnya. Ia menambahkan sebagai responden jangan protes atau membantah." Kalau hal itu dilakukan kami pastikan gagal dalam mendapatkan materi." Tandasnya. " Untuk memperoleh informasi lebih detail buat pertanyaan yang spesifik, dan jangan lupa catat semua jawaban dengan akurat." Pungkasnya. 

Achyadi sebagai prmateri ke tiga mengupas tentang pengalaman mencari narasumber, menulis, dan mengulik Sejarah Padukuhan. Pada materi ini Ia lebih banyak bercerita pengalaman pribadi disaat menulis toponimi. Dari yang beliau sampaikan dapat disimpulkan bahwa menulis toponimi harus memperhatikan kaidah, dan teknik menulis. Hal lain yang harus diperhatikan adalah menentukan narasumber yang tepat dan betul-betul tahu sejarah."Buatlah janji waktu kepada narasumber untuk bisa ketemu langsung." Pungkas Achyadi. 
(Giek / KIM SB Moyudan)