Jualan Rumput Bukan Trending Tetapi Jadi Booming
- Dec 08, 2025
- Admin (FayiSubhi)
- Sumberagung
Moyudan - Hamparan rumput hijau tampak di sekitar kita, kadang dianggap sesuatu yang menganggu pemandangan. Hal tersebut membuahkan pikiran yang kreatif bagi Riyang Gati.
Seorang pemuda berusia 26 tahun, yang beralamat di Pendulan, Sumberagung, Moyudan, Sleman, mengubah paradigma rumput yang dianggap tumbuhan liar dijadikan peluang bisnis." Kami berfikir banyak rumput hijau dan segar kok belum dimanfaatkan dengan baik." Tutur Riyang, di rumahnya Minggu (7/12/2025). "Padahal banyak peternak sapi maupun kambing, tapi mungkin karena kurang tenaga dan waktu para peternak memilih membeli pakan pabrikan." Sambungnya.
Pemikiran tersebutlah yang membuat Riyang mencoba untuk memulai jualan rumput. Awalnya hanya 2 atau 3 karung sehari. Selanjutnya Ia mencoba memasarkan melalui media online. Ternyata mendapatkan respon yang positif dari konsumen banyak pesanan rumput, bahkan sehari bisa sampai 10 karung, dengan membadrol harga 25.000 rupiah / karung pakan, dan 40.000 rupiah untuk karung polar.
Pemesan bukan hanya dari Sleman, tetapi ada yang dari Gunung Kidul, Kulon Progo, Kota Yogyakarta, bahkan dari Pemalang dan Kabupaten lain di Jawa Tengah." Kami pernah mendapat pesanan dari Tangerang dan Pemalang." Ujarnya.
Untuk memenuhi banyaknya pesanan Ia pun menambah tenaga untuk merumput (ngarit). Selain itu Ia juga memanfaatkan peternak tetangganya. "Tetangga saya yang ternak sapi kalau biasanya cuma ngarit satu karung, saya minta untuk ditambah untuk saya beli." Imbuhnya." "Bahkan para tetangga malah ada yang menabung rumput, maksudnya rumput yang disetor ke kami tidak minta uang cash tapi diminta sewaktu-waktu ada kebutuhan mendadak." Tandasnya.
Riyang menambahkan apabila sehari tidak bisa memenuhi pesanan biasanya ditunda di hari berikutnya, dan pelangganpun bisa menerima. Untuk memenuhi kebutuhan rumput, maka Ia merawat rumput dengan dipupuk, dan dibuat saluran air di tepinya.
Dari usaha bisnisnya tersebut Riyang Gati, pernah diundang salah satu stasiun TV swasta di Jakarta untuk diwawancarai secara langsung. " Benar mas saya tidak menyangka ternyata yang saya anggap bukan trending ternyata malah jadi bomming." Katanya.
Ia pun berharap kepada generasi muda untuk bisa, memanfaatkan peluang usaha yang mungkin diangapnya sepele." Kita tidak harus gengsi dan malu, tapi kita harus punya prinsip ora obah, ora mamah ( tidak gerak tidak makan)." Pungkasnya.
(Giek / KIM SB)